Saturday, March 4, 2017

Mereka yang Kembalikan Uang Korupsi e-KTP akan Muncul di Dakwaan

Jakarta. Kasus dugaan korupsi pengadaan proyek e-KTP akan disidang pada 9 Maret 2017 di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Jakarta. Ketua KPK Agus Rahardjo menyebut akan ada banyak nama-nama tenar yang muncul dalam persidangan itu.
Pada beberapa kesempatan, KPK juga berkali-kali menyebut adanya pengembalian uang hasil korupsi itu. Namun KPK masih enggan mengungkapnya ke publik. Nantinya nama-nama itu akan muncul dalam surat dakwaan.

"Nama-nama pihak yang terlibat akan kita munculkan di dakwaan," ucap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, Sabtu (4/3).

Pada Jumat, 10 Februari lalu, Febri juga mengatakan KPK telah menerima pengembalian uang senilai Rp 250 miliar dari berbagai pihak yaitu 5 korporasi, 1 konsorsium dan 14 orang. Namun Febri tidak merinci apa perusahaan itu dan siapa orang-orang itu. Di antara 14 orang itu ada pula anggota DPR tetapi Febri lagi-lagi enggan membeberkannya.

"Kasus indikasi korupsi pengadaan KTP berbasis elektronik, sampai dengan saat ini ada pengembalian uang ke KPK Rp 250 miliar. Pengembalian uang dari sejumlah korporasi tepatnya dari 5 korporasi dan 1 konsorsium. Dari korporasi dan konsorsium nilainya Rp 220 miliar. Kemudian ada pengembalian dari 14 orang ini yang informasinya cukup kooperatif. 

Uang yang dikembalikan dari 14 orang tersebut total nilainya Rp 30 miliar," kata Febri saat itu.

Terlepas dari itu, Febri menegaskan surat dakwaan nanti akan menguraikan banyak hal, termasuk indikasi aliran uang di kasus itu. Pengembalian uang yang dilakukan banyak pihak itu ditegaskan tidak akan menghapus unsur tindak pidana.

"Jadi ketika disampaikan ada nama besar, nanti sama-sama kita lihat di dakwaan, siapa nama besar tersebut, apa perannya, dan apakah ada indikasi aliran dana terhadap nama-nama tersebut. Karena dalam kasus e KTP ini, kita melihat ada indikasi persoalan sejak proses perencanaan. Dan ada indikasi aliran dana pada sejumlah pihak. Jadi ini bukan hanya proses pengadaan saja, tetapi sebagian penyimpangan dalam proses pengadaan ini salah satunya adalah terkait dengan kolusi yang ada dan indikasi aliran dana pada sejumlah pihak," ucap Febri.

PN Tipikor Jakarta juga telah menunjuk majelis hakim untuk mengadili perkara korupsi e-KTP itu. Majelis hakim yang akan mengadili kasus itu adalah John Halasan Butar Butar, Franki Tambuwun, Emilia, Anshori, dan Anwar. John Halasan Butar Butar yang akan menjadi ketua majelis hakim.

Perkara itu akan mengadili 2 terdakwa yaitu Irman dan Sugiharto. Keduanya merupakan eks pejabat di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ketika proyek itu bergulir. 

Bertolak ke Brunei, Raja Salman Tiba di Bandara Halim

Jakarta. Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Raja Salman akan lebih dulu Brunei Darussalam sebelum berlibur di Bali.
Pantauan detikcom, mobil Raja Salman masuk ke Bandara Halim sekitar pukul 09.32 WIB, Sabtu (4/3). Iring-iringan rombongan Raja Salman langsung masuk menuju landasan melalui pintu gerbang VIP.

Di bandara sudah menunggu Wakil Presiden Jusuf Kalla. JK memang datang lebih dulu untuk berdiskusi dengan 16 pangeran Arab sesuai komitmen pada saat pertemuan dengan Raja Salman pada Jumat (4/3) malam.

Raja Salman memulai kunjungan kenegaraannya pada Rabu (1/3) dengan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor. Pada pertemuan, sejumlah menteri kedua negara meneken 11 nota kesepahaman (Mou).

Pada Kamis (2/3) Raja Salman berkunjung ke DPR, Masjid Istiqlal, dan menemui para ulama dan tokoh Islam di Istana Merdeka. Setelahnya Raja Salman pada Jumat (3/3) bertemu para tokoh lintas agama bersama Presiden Joko Widodo. Raja Salman juga menerima Wapres JK selama 30 menit pada malam harinya. 

Pesawat Raja Salman akan Take Off Pukul 10.45 WIB ke Brunei

Jakarta. Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud mengakhiri lawatannya di Jakarta hari ini. Pesawatnya akan take off ke Brunei Darussalam hari ini pukul 10.45 WIB.
"Hari ini Raja akan berangkat dari HLP (Halim Perdanakusuma) pukul 10.45 WIB. Ke Brunei dulu baru ke Bali," jelas Corporate Communication PT Jasa Angkasa Semesta (JAS) Martha Lory Fransisca melalui aplikasi pesan, Sabtu (4/3).
JAS adalah perusahaan ground handling yang melayani pesawat rombongan Raja Salman. Martha juga memberikan foto bahwa pesawat Raja Salman yang bertipe Boeing 747-400 itu sudah stand by di Bandara Halim.
Untuk ground handling sendiri, imbuh Martha, ada 3 pesawat rombongan Raja Salman di Halim yang berangkatnya berdekatan.
"Untuk ground handling, berdekatan dengan penerbangan Raja Salman, akan ada 2 pesawat menyusul dengan waktu berdekatan sekali. Istilahnya clash handling," imbuhnya.
Total, JAS akan menangani 5 pesawat rombongam Raja Salman hari ini baik di Bandara Halim Jakarta maupun di Bandara Ngurah Rai, Bali. 3 Pesawat di antaranya, termasuk pesawat Raja Salman, berangkat dalam waktu berdekatan. Pesawat Raja Salman di Ngurah Rai dijadwalkan tiba pukul 17.45 WITA.

Mau Tambah Impor LPG dari Iran, RI Minta Diskon

Jakarta. Delegasi pemerintah Indonesia yang dipimpin Menko Perekonomian Darmin Nasution melakukan kunjungan kerja ke Iran pada 24-28 Februari 2017. Salah satu kerja sama yang dijajaki adalah penambahan impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) dari Iran.
Saat ini dari total impor LPG sebesar 5 juta ton per tahun, 500.000 ton di antaranya berasal dari Iran. Dirjen Migas Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja, mengungkapkan ada rencana meningkatkan impor LPG dari Iran hingga 1 juta ton, tapi Indonesia meminta diskon.
"Kemarin kita diskusi untuk beli lebih banyak lagi dari Iran untuk menambah impor, tapi dengan harga yang kalau bisa diskon. Kalau bisa 1 juta ton, arahnya ke sana," kata Wiratmaja, Sabtu (4/3).
Jika Iran mau memberi potongan harga, impor LPG dari negara lain akan dikurangi dan dari Iran ditambah.
"LPG saat ini kita paling banyak beli dari Saudi Aramco," ucapnya.
Di samping penjajakan tambahan impor LPG, kunjungan pemerintah Indonesia ke Iran ini adalah untuk mendukung PT Pertamina (Persero) mengelola 2 lapangan minyak di Iran, yaitu Lapangan Ab-Teymour dan Mansouri.
Pertamina telah menyerahkan proposal usulan pengembangan kedua lapangan itu kepada National Oil Iranian Company (NIOC).
2 lapangan tersebut memiliki cadangan minyak terbukti (proven reserve) hingga 3 miliar barel, hampir sama dengan cadangan minyak terbukti yang di Indonesia saat ini.
Jika Pertamina bisa mendapatkan hak kelola atas 2 lapangan minyak di Iran ini, tentu akan memperkuat ketahanan energi nasional. Sebagian dari produksi minyak di sana bisa dibawa pulang untuk memenuhi kebutuhan di Indonesia.
"2 lapangan di Iran cadangannya hampir sama dengan total cadangan kita se-Indonesia," tukas Wiratmaja.
Rencananya, Pertamina akan menggandeng partner lokal dari Iran untuk mengelola Lapangan Ab-Teymour dan Mansouri. Targetnya, produksi minyak dari kedua lapangan itu dapat mencapai 300.000 barel per hari (bph). 

JK: Kunjungan Raja Salman Ubah Persepsi Saudi Tentang Indonesia

Jakarta. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meminta agar Kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud tidak diukur dari nilai investasi ke Indonesia. Kunjungan Raja Salman menurutnya telah mengubah persepsi bangsa Saudi tentang Indonesia
"Kunjungan ini tidak hanya diukur dengan investasi. Kunjungan ini mempunyai makna persahabatan, mempunyai makna sosial, keagamaan," ujar JK usai melepas kepergian Raja Salman di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (4/3).

Teknis investasi baru akan diperbincangkan setelah kunjungan Raja Salman di Indonesia. Menurutnya, ada pesan yang lebih penting dari kunjungan Raja Salman yaitu menghapus anggapan soal Indonesia yang dianggap miring.

"Setelah rakyat Saudi melihat ternyata Indonesia tidak seperti dibayangkan. Jangan lupa, umumnya orang Saudi itu membayangkan kita itu daerah, negara terbelakang karena yang ke sana hanya TKI," ucapnya.

"Jadi dipikir seperti negeri TKI lah kita ini. Padahal apa bedanya Kuala Lumpur, Singapura," sambung JK.

Rombongan Raja Salman terkejut dengan kondisi di Indonesia dan menganggap Jakarta sebagai kota yang besar. Bahkan gedung pencakar langit di Jakarta lebih banyak daripada di Riyadh dan Jeddah.

"Jadi kita ingin mengubah dulu persepsi image nya, bahwa Indonesia ini negara yang maju sehingga jadi jangan ukur semua berapa-berapa (investasi), jangan, bukan. Karena itu jangka panjang," tegas JK. 

Indonesia - Saudi Segera Bentuk Tim Percepat Pelaksanaan 11 MoU

Jakarta. Indonesia dan Arab Saudi menyepakati 11 nota kesepahaman (MoU) di berbagai bidang. Kedua negara segera membentuk tim pelaksana percepatan realisasi kerja sama.
"Jadi kita akan bikin tim dan mereka juga akan membikin tim untuk mempercepat semua hal-hal baik hubungan dalam pendidikan, sosial, keagamaan dan juga investasi," ujar JK usai mengantarkan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (4/3).

JK menerangkan, pada pertemuan dengan 16 pangeran Saudi, disepakati percepatan pelaksanaan MoU. Bahkan sudah ada beberapa kerja sama Indonesia-Arab Saudi yang sudah dilaksanakan sebelumnya seperti pendidikan dan keagamaan.

"Kemarin yang kalau dilihat dari sisi ekonomi, kerja sama dengan Pertamina kan sudah tahun lalu digarapnya, itu membuat kilang di Cilacap," ujarnya.

Selain itu, pihak Saudi menginginkan dibuatnya destinasi wisata Timur Tengah di Indonesia. Potensi wisman dari Saudi disebut cukup besar.

"Jadi family. Kalau orang Timur Tengah kan berwisata dengan keluarga kecuali kalau ke Puncak, kalau ke Puncak nggak. Tetapi kalau di Bali atau di Mandalika nanti atau di Padang dia minta segera. Itu antara lain. Mereka bicara lagi tadi di sini," terang JK.

Sebelas MoU ditandatangani sejumlah menteri kedua negara usai pertemuan bilateral Jokowi-Raja Salman di Istana Bogor, Rabu (1/3). MoU berisikan peningkatan hubungan kedua negara mencakup kerja sama hubungan luar negeri, kesehatan, kebudayaan, transportasi, perdagangan, keagamaan serta pendidikan.

Berikut daftar kesepakatan yang terjalin antar kedua negara:

1. Deklarasi pemerintah perihal peningkatan pimpinan sidang komisi bersama ditandatangani Menlu Retno LP Marsudi dan Menlu Saudi.

2. Nota kesepahaman mengenai kontribusi pendanaan Saudi dengan pembiayaan proyek pembangunan antara Saudi Fund Development dan Pemerintah Republik Indonesia ditandatangani Menkeu Sri Mulyani dan Wakil Direktur Saudi Fund.

3. Nota kesepahaman kerja sama kebudayaan antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dan Kementerian Kebudayaan dan Informasi Kerajaan Arab Saudi ditandatangani Mendikbud Muhadjir Effendy dan pihak Saudi.

4. Program kerjasama antara Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia dan Otoritas Usaha Kecil dan Menengah Kerajaan Arab Saudi mengenai pengembangan usaha kecil dan menengah ditandatangani Menkop Puspayoga dan pihak Saudi.

5. Nota kesepahamaan antara Kementerian Kesehatan RI dan Kementerian Kesehatan Arab Saudi di bidang kerja sama kesehatan ditandatangani Menkes Nila Moeloek dan pihak Saudi.

6. Nota kesepahaman otoritas aeronautika Republik Indonesia dan otoritas Arab Saudi ditandatangani Menhub Budi Karya dan pihak Saudi.

7. Program kerja sama antara Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi dan Kementerian Pendidikan Arab Saudi dalam bidang kerja sama saintifik dan pendidikan tinggi ditandatangani Menristek Dikti Muhammad Nasir dan Menteri Pendidikan Arab Saudi.

8. Nota kesepahaman antara Kementerian Agama RI dan Kementerian Urusan Islam Dakwah dan Bimbingan Kerajaan Arab Saudi di bidang urusan Islam

9. Nota kesepahaman pemerintah Indonesia dan Arab Saudi di bidang kerja sama kelautan dan perikanan ditandatangani Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti dan pihak Arab Saudi.

10. Program kerja sama perdagangan antara Kementerian Perdagangan RI dengan Kementerian Perdagangan dan Investasi Kerajaan Saudi ditandatangani oleh Mendag Enggartiasto Lukito dan Kemendag Saudi.

11. Kerja sama di bidang penanganan kejahatan antar negara (transnational crime) antara Indonesia dan Rab Saudi yang ditandatangani oleh Jenderal Tito Karnavian dan kepala kepolisian Arab Saudi. 

JK: Raja Salman Sebut Indonesia Sebagai Rumah Keduanya

Jakarta. Rombongan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud mendapatkan sambutan yang hangat dan meriah saat berada di Indonesia. Menurut Wapres Jusuf Kalla (JK), Raja Salman pun menyebut Indonesia seperti rumah kedua bagi dirinya.
"Ya semalam dan tadi ini sebelumnya menyatakan lagi terimakasih yang luar biasa, menganggap ini rumahnya yang kedua. 'Negeri saya yang kedua'," kata JK usai mengantar keberangkatan Raja Salman di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (4/3).

Menurut JK, Raja Salman mengatakan di Indonesia lah dirinya mendapatkan sambutan paling luar biasa. Sejak Raja Salman diangkat menjadi Raja Arab Saudi pada 2015, ia kepada JK mengaku beberapa kali berkeliling ke luar negeri.

"Saya bilang ini kecintaan rakyat Indonesia," tambah JK.

JK mengatakan, rakyat Indonesia juga sering berkunjung ke Arab Saudi. Setiap tahunnya ada lebih dari 1,2 juta orang yang datang ke negara itu dan paling banyak menghabiskan uang untuk beribadah di sana.

"Jangan kira kita hanya minta sama mereka, mereka juga mengharapkan itu. Banyak orang Indonesia berkunjung ke sana," ujarnya.

Rombongan Raja Salman menilai kondisi keamanan Indonesia termasuk stabil. Kunjungan Raja Salman lebih pada kunjungan persahabatan dan menjadi citra positif bagi Indonesia.

"Toh rajanya saja tinggal di sini selama sembilan hari, apalagi rakyatnya mungkin tinggal sebulan," ungkap JK.

Raja Salman meninggalkan Jakarta setelah dari tanggal 1 Maret lalu melakukan kunjungan kenegaraan di ibu kota. Pagi ini ia terbang menuju Brunei Darussalam dan akan langsung menuju Bali untuk berlibur bersama rombongan besarnya hingga tanggal 9 Maret nanti. 

Lebih Siap Mana, RI atau Malaysia Tampung Investasi Arab Saudi?

Jakarta. Pemerintah ingin meningkatkan hubungan perekonomian dan bisnis dengan Arab Saudi. Peluang itu terbuka lebar dengan adanya kedatangan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al-Saud.
Selama ini para pengusaha Arab Saudi lebih tertarik berinvestasi di Malaysia ketimbang Indonesia. Ekonom UI, Ninasapti Triaswati, menilai bahwa Malaysia lebih cekatan dalam menarik investasi dari Arab Saudi.

Paket-paket investasi yang disiapkan Negeri Jiran lebih praktis.

"Arab itu punya banyak pilihan, Malaysia sudah lebih ready, bagaimana mereka (Malaysia) bisa siapkan paket yang sudah jadi," kata Nina dalam diskusi di Gado-gado Boplo, Jakarta, Sabtu (4/3).

Ia menambahkan, para pengusaha Arab Saudi tak suka dengan perizinan investasi yang rumit. Indonesia harus memangkas perizinan dan birokrasi supaya lebih menarik.

"Mereka ( pengusaha Arab) enggak suka direcokin sana sini. Kita harus perbaiki diri, PR kita sifatnya teknis," ucapnya.

Salah satu contoh kerumitan yang kerap membuat investor dari Arab Saudi kabur adalah perizinan di daerah. Banyak pemerintah daerah (pemda) yang melihat investor sebagai 'dompet berjalan', dimintai biaya ini itu untuk berbagai macam izin.

Padahal, daerah bisa mendapat multiplier effect lebih besar kalau investasi masuk, mulai dari peningkatan lapangan kerja hingga kesejahteraan penduduk.

"Jadi bagaimana pemda bisa menerima investor itu sebagai berkah, bukan sebagai pengusaha yang bisa dimintain uang," tukasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P. Roeslani menyatakan banyak dari pengusaha Arab Saudi yang tertarik untuk berinvestasi di sektor jasa keuangan syariah di negara yang memiliki penduduk mayoritas Muslim. Namun para pengusaha Arab Saudi lebih mengenal Malaysia ketimbang Indonesia, lantaran minimnya komunikasi.

"Ini juga mereka akan lebih koordinasi dengan OJK. Ini karena faktor kurangnya komunikasi, mereka bilang kita kenalkan lama dulu sebelum investasi. Jadi baik bentuk kunjungan bisnis forum harus diperbanyak," katanya.

Padahal menurut Rosan, harusnya Indonesia memiliki ketertarikan yang lebih besar ketimbang Malaysia. Sebab Indonesia memiliki penduduk yang jauh lebih besar.

Oleh karena itu, lanjutnya, kedatangan Raja Salman menjadi peluang besar untuk membeberkan peluang investasi di Indonesia. Pemerintah juga harus memamerkan kemudahan-kemudahan berinvestasi di NKRI.

Rosan juga menginginkan agar hubungan kerja sama yang bakal terjalin dengan pengusaha maupun pemerintah Arab Saudi tidak hanya sekedar penandatanganan MoU, tapi bisa diimplementasikan. 

Kesepakatan RI-Arab Saudi Rp 93 T Jangan Cuma di Atas Kertas

Jakarta. Pemerintah Indonesia dan Kerajaan ArabSaudi sudah menandatangani 11 Memorandum of  Understanding alias nota kesepahaman berbagai bidang di Istana Bogor, Jawa Barat, kemarin.
Banyak dari nota kesepahaman tersebut yang belum ada nilai investasinya. Ada dua yang sudah jelas nilai kerja samanya.

Pertama, kerja sama antara PT Pertamina (Persero) dengan Saudi Aramco, BUMN Arab Saudi terkait Kilang Cilacap. Nilainya mencapai US$ 6 miliar atau sekitar Rp 80 triliun.

Kedua, kontribusi pendanaan Saudi dengan pembiayaan proyek pembangunan antara Saudi Fund Development dan Pemerintah Republik Indonesia, nilainya US$ 1 miliar atau sekitar Rp 13,3 triliun.

Jika dijumlahkan maka total kerja sama yang nilainya sudah diketahui ini adalah US$ 7 miliar atau sekitar Rp 93,3 triliun. Ekonom UI, Ninasapti Triaswati, berharap semua investasi tersebut benar-benar terealisasi, tak berhenti di MoU saja.

"Uang adalah sesuatu yang sangat kita harapkan untuk pembangunan. US$ 7 miliar adalah angka yang harus kita realisasikan. Ini PR (pekerjaan rumah buat kita," kata Nina dalam diskusi di Gado-Gad0 Boplo, Jakarta, Sabtu (4/3).

Kunjungan Raja Salman ini juga diharapkan dapat meningkatkan hubungan kerja sama kedua negara di masa mendatang. Investasi Arab Saudi ke Indonesia yang sekarang masih minim mungkin bisa ditingkatkan lagi ke depan.

"Saya ingin sekali melihat kecepatan realisasinya, itu yang ditunggu. Kita lihat, naik enggak investasi Arab Saudi setelah ini," ucapnya.

Dengan kekayaan keluarga Kerajaan Arab Saudi yang amat besar, tentu potensi investasi dari negeri kaya minyak itu sangat besar.

"Jumlah kekayaan anggota keluarga Kerajaan Arab Saudi jauh lebih besar dari kekayaan Bill Gates," ia mengungkapkan.

Kerja sama Indonesia dan Arab Saudi masih bisa dipererat lagi. Ada modal sosial. Ada jutaan pekerja dan mahasiswa asal Indonesia di Arab Saudi.

"Di Arab sana banyak mahasiswa Indonesia dan jutaan pekerja. Banyak juga profesional di perminyakan, telekomunikasi, ada juga domestic workers. Ini akan jadi modal untuk meningkatkan kerja sama," pungkasnya.

Raja Salman akan Mendarat di Bali Pukul 17.45 WITa

Denpasar. Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud diperkirakan mendarat di Bandara Ngurah Rai, Bali pada pukul 17.45 WITa. Raja Salman akan menggunakan Saudi VVIP Airlines 01 jenis Boeing 744.
"Raja Salman akan landing pukul 17.45 WITa dengan Notice to Airmen dari pukul 17.30-18.15 WITa, berarti penerbangan ditutup 45 menit," kata Kepala Humas Angkasa Pura I Bandara Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim di kantornya, Jl Raya Airport, Badung, Bali, Sabtu (4/3).

Pesawat Raja Salman akan mendarat bersama 2 pesawat lainnya yakni B744 dan B738. Namun Arie menyatakan tidak mengetahui jika sewaktu-waktu akan ada perubahan.

"3 pesawat Raja itu rombongan dan kru," ujar Arie.

Operasional Bandara Ngurah Rai masih normal hingga Notice to Airmen diberlakukan. Untuk mencegah penumpukan penumpang, Angkasa Pura I menyiapkan sejumlah petugas untuk antisipasi.

"Tidak ada penerbangan reguler yang dialihkan, besok tidak ada pesawat rombongan raja, karena ini sangat dinamis," sebut Arie. 

Kementan Gandeng Bareskrim Ungkap Rawit Merah Mahal, Ini Alasannya

Jakarta. Bareskrim Mabes Polri mengungkap praktik permainan harga yang membuat cabai rawit merah mahal. Terlibatnya Bareskrim dalam masalah harga cabai ini lantaran pemerintah melihat ada sesuatu yang tidak wajar.
Salah satunya karena harga cabai rawit merah justru lebih mahal dibandingkan daging sapi. Saat ini daging sapi dibanderol Rp 120.000/kilogram (kg), sedangkan cabai rawit merah Rp 130.000/kg, Rp 140.000/kg hingga tembus Rp 160.000/kg.

Selain itu, menurut Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Spudnik Sujono, selama safari ke seluruh sentra produksi cabai rawit merah ditemukan produksi yang melimpah dan cukup memenuhi kebutuhan.

"Saya kan sudah keliling safari di Pulau Jawa didaerah sentra produksi, Magelang, Temanggung, Blitar, Tuban sampai Banyuwangi itu banyak pertanamannya, Jawa itu banyak," ujar Spudnik kepada detikFinance, di Jakarta, Sabtu (4/3/2017)

Kondisi inilah yang membuat pemerintah menggandeng Bareskrim Polri ikut terlibat mengungkap masalah ini.

"Ini sudah di luar jangkauan, ya lihat saja pengaruhnya," kata Spudnik.

Hasil penyelidikan Bareskrim mengungkap ada permainan harga cabai rawit merah di tingkat pengepul. Para pengepul mengurangi pasokan cabai ke pasar induk dan mengalihkannya ke perusahaan. Alasannya, perusahaan mampu membayar lebih tinggi ketimbang pedagang di pasar induk.

Menurut penuturan Yanto, bandar cabai di Pasar Induk Kramat Jati, perusahaan mau membayar lebih tinggi dbandingkan tawaran pedagang di pasar induk.

"Perusahaan itu biasanya ngasih harga Rp 20.000-Rp 30.000 lebih tinggi dari pedagang besar, kita hanya berani bayar Rp 120.000 per kg," ungkap Yanto.

Spudnik menambahkan, kasus cabai rawit merah ini diserahkan sepenuhnya ke Bareskirm untuk ditelusuri.

"Jadi itu memang hasil penyelidikan Polri, itu kan data Kepolisian bukan di saya, Bareskrim mantau di mana tidak sehatnya nih, pelanggarannya di mana." tambahnya.

9 Pengepul Besar Diduga Mainkan Harga Cabai Rawit Merah

Jakarta. Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Bareskrim Polri mengungkap praktik permainan harga yang membuat cabai rawit merah mahal. Menurut Direktur Jenderal Hortikultura, Spudnik Sujono, ada 9 pengepul besar yang terlibat dalam permainan harga ini.
Terungkapnya 9 pengepul besar itu setelah ditelusuri pihak Bareskrim Polri. Para pengepul ini tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Menurut Spudnik, para pengepul besar itu telah memiliki kontrak dengan perusahaan-perusahaan pengolah makanan senilai Rp 181.000/Kg

"Saya sudah koordinasi dengan tim, dan tim sudah melakukan pemantauan di lapangan, yang menarik itu ada 9 pengepul besar itu di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat dan itu yang kontrak dengan industri," kata Spudnik, Jakarta, Sabtu (4/3).

Menurut Spudnik, karena sudah punya kontrak dengan perusahaan pengolah makanan, 9 pengepul besar itu mengurangi pasokan cabai rawit merah ke pasar induk, termasuk yang berada di wilayah Jabodetabek.

"Yang biasanya isi ke sana, sekarang dapat order dari industri dengan harga Rp 181.000 jadi harganya lebih tinggi," terang Spudnik

Alhasil, pasokan cabai rawit merah ke pasar induk anjlok dari biasanya. Contohnya di Pasar Kramat Jati.

Yanto, bandar cabai di Pasar Induk Kramat Jati mengatakan, pasokan cabai rawit merah turun drastis.

"Standarnya itu 40 ton per hari, sekarang rata-rata 12 ton per hari," ungkap Yanto.

Spudnik menambahkan, kasus cabai rawit merah ini diserahkan sepenuhnya ke Bareskirm untuk ditelusuri.

"Jadi itu memang hasil penyelidikan Polri, itu data kepolisian. Bareskrim mantau di mana tidak sehatnya nih, pelanggarannya di mana," tambahnya.


Dari Brunei, Raja Salman Tiba di Bali

Jakarta. Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud tiba di Bandara Ngurah Rai, Bali. Raja Salman akan menuju Hotel St Regis, Nusa Dua Bali.
Raja Salman tiba di Bandara Ngurah Rai sekitar pukul 18.00 WITa, Sabtu (4/3) disambut pejabat setempat. Raja Salman tiba di Bali setelah lebih dulu ke Brunei Darussalam usai melakukan kunjungan di Jakarta dan Bogor.

Di area bandara, warga terlihat menunggu berdiri di pinggir Jalan Raya Gusti Ngurah Rai. Mereka menunggu iring-iringan mobil rombongan raja Salman.

Ada 60 mobil dan 30 motor pengawal yang disiapkan untuk mengamankan Raja Salman saat berlibur di Bali.

Raja Salman memulai kunjungan kenegaraannya pada Rabu (1/3) dengan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor. Dalam pertemuan itu, sejumlah menteri kedua negara meneken 11 nota kesepahaman (MoU).

Pada Kamis (2/3), Raja Salman berkunjung ke DPR, Masjid Istiqlal, dan menemui para ulama serta tokoh Islam di Istana Merdeka. Setelah itu, Raja Salman pada Jumat (3/3) bertemu dengan para tokoh lintas agama bersama Presiden Joko Widodo. Pada hari yang sama Salman bertemu Wapres JK.

Di Bali, Raja Salman dijadwalkan menghabiskan liburan hingga tanggal 9 Maret. Pengamanan Raja Salman di Bali melibatkan 2.500 personel gabungan Polri dan TNI.

Hebohnya Warga Bali yang ingin Melihat Pangeran Ganteng Arab

Nusa Dua. Pangeran Arab Saudi akan ikut berlibur ke Bali bersama dengan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud. Kehadiran pangeran di Nusa Dua Bali itu ditunggu-tunggu warga.
Salah seorang warga bernama Ella mengaku senang dengan kedatangan rombongan Raja Salman. Ella menyebutkan, dirinya ingin melihat langsung Pangeran Arab.

"Pengen tahu (Raja Salman) sama pangerannya. Ya ganteng-ganteng kan ada tiga tuh, pengen lihat," kata Ella, di Nusa Dua, Bali, Sabtu (4/3).

Raja Salman beserta rombongan memesan beberapa hotel di kawasan Nusa Dua. Raja Salman akan menghabiskan malamnya di St Regis Hotel dan rombongan lainnya tersebar di Hilton Hotel and Resorts hingga Ritz Carlton.

Meskipun penjagaan di penginapan rombongan Raja Salman terbilang ketat, ia mengaku optimistis dapat melihat langsung paras sang pangeran. Ia bahkan mendapatkan kabar bahwa beberapa pangeran akan berkuda di sepanjang Jalan Nusa Dua Selatan.

"Kan mereka mau naik kuda. Nggak tahu besok, nggak tahu kapan," kata Ella.

Warga lainnya bernama Syahri menuturkan, cukup senang dengan kedatangan Raja Salman beserta rombongan ke Nusa Dua. Pasalnya bisa menggairahkan perekonomian daerah setempat.

"Ya senang. Buat pendapatan kita juga kan," ujar Syahri.

Raja Salman dan pangeran sudah tiba di Bali dan langsung menginap di St Regis Hotel. Mereka akan berlibur di Pantai Geger, Nusa Dua dan berada di sana hingga (9/3/2017) mendatang.