| Jakarta. Kasus dugaan korupsi pengadaan proyek e-KTP akan disidang pada 9 Maret 2017 di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Jakarta. Ketua KPK Agus Rahardjo menyebut akan ada banyak nama-nama tenar yang muncul dalam persidangan itu. |
Pada beberapa kesempatan, KPK juga berkali-kali menyebut adanya pengembalian uang hasil korupsi itu. Namun KPK masih enggan mengungkapnya ke publik. Nantinya nama-nama itu akan muncul dalam surat dakwaan.
"Nama-nama pihak yang terlibat akan kita munculkan di dakwaan," ucap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, Sabtu (4/3).
Pada Jumat, 10 Februari lalu, Febri juga mengatakan KPK telah menerima pengembalian uang senilai Rp 250 miliar dari berbagai pihak yaitu 5 korporasi, 1 konsorsium dan 14 orang. Namun Febri tidak merinci apa perusahaan itu dan siapa orang-orang itu. Di antara 14 orang itu ada pula anggota DPR tetapi Febri lagi-lagi enggan membeberkannya.
"Kasus indikasi korupsi pengadaan KTP berbasis elektronik, sampai dengan saat ini ada pengembalian uang ke KPK Rp 250 miliar. Pengembalian uang dari sejumlah korporasi tepatnya dari 5 korporasi dan 1 konsorsium. Dari korporasi dan konsorsium nilainya Rp 220 miliar. Kemudian ada pengembalian dari 14 orang ini yang informasinya cukup kooperatif.
Uang yang dikembalikan dari 14 orang tersebut total nilainya Rp 30 miliar," kata Febri saat itu.
Terlepas dari itu, Febri menegaskan surat dakwaan nanti akan menguraikan banyak hal, termasuk indikasi aliran uang di kasus itu. Pengembalian uang yang dilakukan banyak pihak itu ditegaskan tidak akan menghapus unsur tindak pidana.
"Jadi ketika disampaikan ada nama besar, nanti sama-sama kita lihat di dakwaan, siapa nama besar tersebut, apa perannya, dan apakah ada indikasi aliran dana terhadap nama-nama tersebut. Karena dalam kasus e KTP ini, kita melihat ada indikasi persoalan sejak proses perencanaan. Dan ada indikasi aliran dana pada sejumlah pihak. Jadi ini bukan hanya proses pengadaan saja, tetapi sebagian penyimpangan dalam proses pengadaan ini salah satunya adalah terkait dengan kolusi yang ada dan indikasi aliran dana pada sejumlah pihak," ucap Febri.
PN Tipikor Jakarta juga telah menunjuk majelis hakim untuk mengadili perkara korupsi e-KTP itu. Majelis hakim yang akan mengadili kasus itu adalah John Halasan Butar Butar, Franki Tambuwun, Emilia, Anshori, dan Anwar. John Halasan Butar Butar yang akan menjadi ketua majelis hakim.
Perkara itu akan mengadili 2 terdakwa yaitu Irman dan Sugiharto. Keduanya merupakan eks pejabat di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ketika proyek itu bergulir.
|
Berita Indonesia
Saturday, March 4, 2017
Mereka yang Kembalikan Uang Korupsi e-KTP akan Muncul di Dakwaan
Bertolak ke Brunei, Raja Salman Tiba di Bandara Halim
| Jakarta. Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Raja Salman akan lebih dulu Brunei Darussalam sebelum berlibur di Bali. |
Pantauan detikcom, mobil Raja Salman masuk ke Bandara Halim sekitar pukul 09.32 WIB, Sabtu (4/3). Iring-iringan rombongan Raja Salman langsung masuk menuju landasan melalui pintu gerbang VIP.
Di bandara sudah menunggu Wakil Presiden Jusuf Kalla. JK memang datang lebih dulu untuk berdiskusi dengan 16 pangeran Arab sesuai komitmen pada saat pertemuan dengan Raja Salman pada Jumat (4/3) malam.
Raja Salman memulai kunjungan kenegaraannya pada Rabu (1/3) dengan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor. Pada pertemuan, sejumlah menteri kedua negara meneken 11 nota kesepahaman (Mou).
Pada Kamis (2/3) Raja Salman berkunjung ke DPR, Masjid Istiqlal, dan menemui para ulama dan tokoh Islam di Istana Merdeka. Setelahnya Raja Salman pada Jumat (3/3) bertemu para tokoh lintas agama bersama Presiden Joko Widodo. Raja Salman juga menerima Wapres JK selama 30 menit pada malam harinya.
|
Pesawat Raja Salman akan Take Off Pukul 10.45 WIB ke Brunei
| Jakarta. Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud mengakhiri lawatannya di Jakarta hari ini. Pesawatnya akan take off ke Brunei Darussalam hari ini pukul 10.45 WIB. |
"Hari ini Raja akan berangkat dari HLP (Halim Perdanakusuma) pukul 10.45 WIB. Ke Brunei dulu baru ke Bali," jelas Corporate Communication PT Jasa Angkasa Semesta (JAS) Martha Lory Fransisca melalui aplikasi pesan, Sabtu (4/3).
JAS adalah perusahaan ground handling yang melayani pesawat rombongan Raja Salman. Martha juga memberikan foto bahwa pesawat Raja Salman yang bertipe Boeing 747-400 itu sudah stand by di Bandara Halim.
Untuk ground handling sendiri, imbuh Martha, ada 3 pesawat rombongan Raja Salman di Halim yang berangkatnya berdekatan.
"Untuk ground handling, berdekatan dengan penerbangan Raja Salman, akan ada 2 pesawat menyusul dengan waktu berdekatan sekali. Istilahnya clash handling," imbuhnya.
Total, JAS akan menangani 5 pesawat rombongam Raja Salman hari ini baik di Bandara Halim Jakarta maupun di Bandara Ngurah Rai, Bali. 3 Pesawat di antaranya, termasuk pesawat Raja Salman, berangkat dalam waktu berdekatan. Pesawat Raja Salman di Ngurah Rai dijadwalkan tiba pukul 17.45 WITA.
|
Mau Tambah Impor LPG dari Iran, RI Minta Diskon
| Jakarta. Delegasi pemerintah Indonesia yang dipimpin Menko Perekonomian Darmin Nasution melakukan kunjungan kerja ke Iran pada 24-28 Februari 2017. Salah satu kerja sama yang dijajaki adalah penambahan impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) dari Iran. |
Saat ini dari total impor LPG sebesar 5 juta ton per tahun, 500.000 ton di antaranya berasal dari Iran. Dirjen Migas Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja, mengungkapkan ada rencana meningkatkan impor LPG dari Iran hingga 1 juta ton, tapi Indonesia meminta diskon.
"Kemarin kita diskusi untuk beli lebih banyak lagi dari Iran untuk menambah impor, tapi dengan harga yang kalau bisa diskon. Kalau bisa 1 juta ton, arahnya ke sana," kata Wiratmaja, Sabtu (4/3).
Jika Iran mau memberi potongan harga, impor LPG dari negara lain akan dikurangi dan dari Iran ditambah.
"LPG saat ini kita paling banyak beli dari Saudi Aramco," ucapnya.
Di samping penjajakan tambahan impor LPG, kunjungan pemerintah Indonesia ke Iran ini adalah untuk mendukung PT Pertamina (Persero) mengelola 2 lapangan minyak di Iran, yaitu Lapangan Ab-Teymour dan Mansouri.
Pertamina telah menyerahkan proposal usulan pengembangan kedua lapangan itu kepada National Oil Iranian Company (NIOC).
2 lapangan tersebut memiliki cadangan minyak terbukti (proven reserve) hingga 3 miliar barel, hampir sama dengan cadangan minyak terbukti yang di Indonesia saat ini.
Jika Pertamina bisa mendapatkan hak kelola atas 2 lapangan minyak di Iran ini, tentu akan memperkuat ketahanan energi nasional. Sebagian dari produksi minyak di sana bisa dibawa pulang untuk memenuhi kebutuhan di Indonesia.
"2 lapangan di Iran cadangannya hampir sama dengan total cadangan kita se-Indonesia," tukas Wiratmaja.
Rencananya, Pertamina akan menggandeng partner lokal dari Iran untuk mengelola Lapangan Ab-Teymour dan Mansouri. Targetnya, produksi minyak dari kedua lapangan itu dapat mencapai 300.000 barel per hari (bph).
|
JK: Kunjungan Raja Salman Ubah Persepsi Saudi Tentang Indonesia
| Jakarta. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meminta agar Kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud tidak diukur dari nilai investasi ke Indonesia. Kunjungan Raja Salman menurutnya telah mengubah persepsi bangsa Saudi tentang Indonesia |
| "Kunjungan ini tidak hanya diukur dengan investasi. Kunjungan ini mempunyai makna persahabatan, mempunyai makna sosial, keagamaan," ujar JK usai melepas kepergian Raja Salman di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (4/3). Teknis investasi baru akan diperbincangkan setelah kunjungan Raja Salman di Indonesia. Menurutnya, ada pesan yang lebih penting dari kunjungan Raja Salman yaitu menghapus anggapan soal Indonesia yang dianggap miring. "Setelah rakyat Saudi melihat ternyata Indonesia tidak seperti dibayangkan. Jangan lupa, umumnya orang Saudi itu membayangkan kita itu daerah, negara terbelakang karena yang ke sana hanya TKI," ucapnya. "Jadi dipikir seperti negeri TKI lah kita ini. Padahal apa bedanya Kuala Lumpur, Singapura," sambung JK. Rombongan Raja Salman terkejut dengan kondisi di Indonesia dan menganggap Jakarta sebagai kota yang besar. Bahkan gedung pencakar langit di Jakarta lebih banyak daripada di Riyadh dan Jeddah. "Jadi kita ingin mengubah dulu persepsi image nya, bahwa Indonesia ini negara yang maju sehingga jadi jangan ukur semua berapa-berapa (investasi), jangan, bukan. Karena itu jangka panjang," tegas JK. |
Indonesia - Saudi Segera Bentuk Tim Percepat Pelaksanaan 11 MoU
| Jakarta. Indonesia dan Arab Saudi menyepakati 11 nota kesepahaman (MoU) di berbagai bidang. Kedua negara segera membentuk tim pelaksana percepatan realisasi kerja sama. |
| "Jadi kita akan bikin tim dan mereka juga akan membikin tim untuk mempercepat semua hal-hal baik hubungan dalam pendidikan, sosial, keagamaan dan juga investasi," ujar JK usai mengantarkan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (4/3). JK menerangkan, pada pertemuan dengan 16 pangeran Saudi, disepakati percepatan pelaksanaan MoU. Bahkan sudah ada beberapa kerja sama Indonesia-Arab Saudi yang sudah dilaksanakan sebelumnya seperti pendidikan dan keagamaan. "Kemarin yang kalau dilihat dari sisi ekonomi, kerja sama dengan Pertamina kan sudah tahun lalu digarapnya, itu membuat kilang di Cilacap," ujarnya. Selain itu, pihak Saudi menginginkan dibuatnya destinasi wisata Timur Tengah di Indonesia. Potensi wisman dari Saudi disebut cukup besar. "Jadi family. Kalau orang Timur Tengah kan berwisata dengan keluarga kecuali kalau ke Puncak, kalau ke Puncak nggak. Tetapi kalau di Bali atau di Mandalika nanti atau di Padang dia minta segera. Itu antara lain. Mereka bicara lagi tadi di sini," terang JK. Sebelas MoU ditandatangani sejumlah menteri kedua negara usai pertemuan bilateral Jokowi-Raja Salman di Istana Bogor, Rabu (1/3). MoU berisikan peningkatan hubungan kedua negara mencakup kerja sama hubungan luar negeri, kesehatan, kebudayaan, transportasi, perdagangan, keagamaan serta pendidikan. Berikut daftar kesepakatan yang terjalin antar kedua negara: 1. Deklarasi pemerintah perihal peningkatan pimpinan sidang komisi bersama ditandatangani Menlu Retno LP Marsudi dan Menlu Saudi. 2. Nota kesepahaman mengenai kontribusi pendanaan Saudi dengan pembiayaan proyek pembangunan antara Saudi Fund Development dan Pemerintah Republik Indonesia ditandatangani Menkeu Sri Mulyani dan Wakil Direktur Saudi Fund. 3. Nota kesepahaman kerja sama kebudayaan antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dan Kementerian Kebudayaan dan Informasi Kerajaan Arab Saudi ditandatangani Mendikbud Muhadjir Effendy dan pihak Saudi. 4. Program kerjasama antara Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia dan Otoritas Usaha Kecil dan Menengah Kerajaan Arab Saudi mengenai pengembangan usaha kecil dan menengah ditandatangani Menkop Puspayoga dan pihak Saudi. 5. Nota kesepahamaan antara Kementerian Kesehatan RI dan Kementerian Kesehatan Arab Saudi di bidang kerja sama kesehatan ditandatangani Menkes Nila Moeloek dan pihak Saudi. 6. Nota kesepahaman otoritas aeronautika Republik Indonesia dan otoritas Arab Saudi ditandatangani Menhub Budi Karya dan pihak Saudi. 7. Program kerja sama antara Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi dan Kementerian Pendidikan Arab Saudi dalam bidang kerja sama saintifik dan pendidikan tinggi ditandatangani Menristek Dikti Muhammad Nasir dan Menteri Pendidikan Arab Saudi. 8. Nota kesepahaman antara Kementerian Agama RI dan Kementerian Urusan Islam Dakwah dan Bimbingan Kerajaan Arab Saudi di bidang urusan Islam 9. Nota kesepahaman pemerintah Indonesia dan Arab Saudi di bidang kerja sama kelautan dan perikanan ditandatangani Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti dan pihak Arab Saudi. 10. Program kerja sama perdagangan antara Kementerian Perdagangan RI dengan Kementerian Perdagangan dan Investasi Kerajaan Saudi ditandatangani oleh Mendag Enggartiasto Lukito dan Kemendag Saudi. 11. Kerja sama di bidang penanganan kejahatan antar negara (transnational crime) antara Indonesia dan Rab Saudi yang ditandatangani oleh Jenderal Tito Karnavian dan kepala kepolisian Arab Saudi. |
JK: Raja Salman Sebut Indonesia Sebagai Rumah Keduanya
| Jakarta. Rombongan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud mendapatkan sambutan yang hangat dan meriah saat berada di Indonesia. Menurut Wapres Jusuf Kalla (JK), Raja Salman pun menyebut Indonesia seperti rumah kedua bagi dirinya. |
| "Ya semalam dan tadi ini sebelumnya menyatakan lagi terimakasih yang luar biasa, menganggap ini rumahnya yang kedua. 'Negeri saya yang kedua'," kata JK usai mengantar keberangkatan Raja Salman di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (4/3). Menurut JK, Raja Salman mengatakan di Indonesia lah dirinya mendapatkan sambutan paling luar biasa. Sejak Raja Salman diangkat menjadi Raja Arab Saudi pada 2015, ia kepada JK mengaku beberapa kali berkeliling ke luar negeri. "Saya bilang ini kecintaan rakyat Indonesia," tambah JK. JK mengatakan, rakyat Indonesia juga sering berkunjung ke Arab Saudi. Setiap tahunnya ada lebih dari 1,2 juta orang yang datang ke negara itu dan paling banyak menghabiskan uang untuk beribadah di sana. "Jangan kira kita hanya minta sama mereka, mereka juga mengharapkan itu. Banyak orang Indonesia berkunjung ke sana," ujarnya. Rombongan Raja Salman menilai kondisi keamanan Indonesia termasuk stabil. Kunjungan Raja Salman lebih pada kunjungan persahabatan dan menjadi citra positif bagi Indonesia. "Toh rajanya saja tinggal di sini selama sembilan hari, apalagi rakyatnya mungkin tinggal sebulan," ungkap JK. Raja Salman meninggalkan Jakarta setelah dari tanggal 1 Maret lalu melakukan kunjungan kenegaraan di ibu kota. Pagi ini ia terbang menuju Brunei Darussalam dan akan langsung menuju Bali untuk berlibur bersama rombongan besarnya hingga tanggal 9 Maret nanti. |
Subscribe to:
Posts (Atom)